Hadiri Grab Karnaval, Menhub Ingatkan soal Keamanan Penumpang

Grab Karnaval sukses digelar di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta, baru-baru ini. Hajatan penghujung tahun tersebut guna merayakan pencapaian bisnis Grab selama 2018. Sekitar 6.000 mitra pengemudi GrabCar dan GrabBike dikatakan hadir dalam acara tersebut. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi juga turut hadir meramaikan karnaval Grab.

“Saya apresiasi Grab mengadakan kopi darat seperti ini. Kegiatan ini bisa menjadi kebahagiaan bagi driver yang sudah seharian mencari nafkah. Saya mengharapkan para operator transportasi online selalu memperlakukan driver dengan baik. Ini adalah satu contoh hubungan yang baik,” ujar Budi Karya sebagaimana keterangan tertulis Grab, Selasa (25/12).

Menurut dia, hubungan yang baik bisa menumbuhkan semangat sehingga para pengemudi dapat memberikan service yang lebih baik lagi. “Saya mengimbau agar memperhatikan keselamatan. Pengemudi harus menjaga kendaraannya lebih baik, lebih layak, dan lebih sopan dalam melayani pelanggan,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menyampaikan bahwa apresiasi kepada mitra ini dilakukan karena 2018 merupakan tahun yang luar biasa bagi Grab. Dia mengklaim, salah satu kesuksesan yang dicapai adalah saat ini Grab sudah menjadi piihan bagi 60 persen pengguna transportasi online roda dua dan 70 persen untuk transportasi roda empat.

“Kami ingin mengajak mitra Grab untuk berbagi kesuksesan, karena kesuksesan Grab ini adalah kesuksesan para mitra pengemudi juga dan ini menjadi momen bagi mereka mengajak keluarganya untuk menikmati hidangan dan hiburan serta hadiah pada kegiatan ini,” ungkap Ridzki.

Selain itu, lanjut Ridzki, apresiasi ini adalah bagian dari komitmen Grab bahwa mitra pengemudi adalah kunci kesuksesan dan pahlawan transportasi di indonesia. Sementara terkait imbauan kesejahteraan yang disampaikan Menhub, Grab mendukung aturan tarif yang sehat.

Untuk memperbaiki kesejahteraan juga, menurut Ridzki, Grab saat ini sudah berhasil menurunkan angka order fiktif (Ofik) lebih dari 80 persen sehingga para mitra pengemudi bisa bekerja dengan fair. Sedangkan terkait keamanan bagi pengguna maupun pengemudi, dikatakan Ridzki semua fitur Grab sangat fokus pada keamanan.

“Kami sangat serius menangani isu-isu terkait keamanan dengan menggandeng berbagai pihak termasuk Komnas Perempuan. Tentuya melalui teknologi kita juga bisa memantau apakah pengemudi ngebut atau tidak langsung kita berikan feedback. Yang lebih penting adalah pendidikan kepada mitra pengemudi terkait keselamatan ini,” pungkasnya.

Diketahui, hingga akhir 2018, Grab berhasil memperluas layanannya dari 12 kota pada awal 2017 menjadi 222 kota di Indonesia. Pencapaian ini diklaim memperkuat posisi Grab sebagai online-to-offline (O2O) mobile platform dengan cakupan terluas di Indonesia.